LSM Sebut Lebih Banyak Pengungsi Ukraina Ingin Menetap di Jepang

Berbagai laporan dari sebuah acara di Tokyo mengisyaratkan bahwa orang-orang yang melarikan diri dari Ukraina ke Jepang semakin banyak yang berharap bisa menetap secara permanen di negara Asia ini, seiring dengan akan genap berlalunya waktu empat tahun sejak invasi Rusia dipicu.
Sekitar 100 orang, yang terdiri dari pengungsi dan pendukungnya, berpartisipasi dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Dewan Nasional YMCA Jepang selaku organisasi nirlaba internasional (LSM), pada hari Sabtu.
Kondisi terkini rupanya tidak memberikan titik terang bagi pengungsi untuk kembali ke negaranya, seiring berlanjutnya perang itu. Dalam acara tersebut, mereka mendiskusikan berbagai tantangan yang dilalui oleh orang-orang yang melarikan diri dari daerah konflik dan saat ini terpaksa tinggal di Jepang sebagai pengungsi.
Seorang wanita yang telah berusia 60-an mengatakan bahwa dirinya tidak mampu memperoleh pekerjaan karena kesulitan mempelajari bahasa Jepang serta faktor usianya. Hal ini memaksanya harus mengajukan bantuan bagi masyarakat (bantuan publik).
Wanita lainnya di rentang usia 50-an menyebut ia sempat pulang ke Ukraina sekitar Mei tahun lalu, akan tetapi urung dan memilih kembali lagi ke Jepang. Menurut penuturannya, saat tinggal di tanah airnya sungguh amat memberi tekanan karena pesawat tanpa awak (drone) berputar-putar hampir tiap malam. Ia menyampaikan rasa syukur kini bisa mulai hidup layak tanpa ketakutan.
Badan Layanan Imigrasi Jepang mengatakan bahwa per tanggal 31 Januari, angka populasi orang Ukraina yang memilih berlindung dan menetap di Jepang berkisar di angka 1.967 orang.
Berdasarkan sebuah survei dari bulan sebelumnya yang diikuti 196 orang responden, dikabarkan sejumlah 60 persen di antaranya mengatakan ingin menetap di Jepang. Jumlah ini telah mengalami lonjakan jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya.
Yuria Yokoyama dari pihak LSM mengamati kini sejumlah besar dari orang-orang ini perlahan sudah mengambil keputusan mencoba mempermanenkan status tinggal di Jepang karena melihat kecilnya prospek masa depan mereka untuk dapat pulang. Dirinya mengungkapkan niat untuk semakin memperluas jalinan bantuan supaya pengungsi tersebut mendapat bantuan sepenuhnya di kalangan warga.