BERITA JEPANG
Sains & Teknologi Kesehatan 20 February 2026

Langkah Bersejarah! Jepang Segera Gunakan Sel iPS Pertama di Dunia untuk Medis

Oleh NHK Sumber: NHK
Langkah Bersejarah! Jepang Segera Gunakan Sel iPS Pertama di Dunia untuk Medis

Panel ahli kementerian kesehatan Jepang secara bersyarat telah mendukung dua produk yang menggunakan sel iPS, membuka jalan bagi penggunaan praktis pertama di dunia dari produk turunan sel ajaib ini. Berikut adalah inovasi luar biasa sel iPS, langkah selanjutnya dari teknologi tersebut, dan para pasien yang menaruh harapan besar padanya.

Induced pluripotent stem cells, atau yang lebih akrab disapa sel iPS, adalah bentuk terapi regeneratif dengan potensi super besar. Ini merupakan sel buatan yang dapat berubah menjadi sel saraf, otot, hingga berbagai sel tubuh lainnya demi memulihkan fungsi yang hilang.

Sel iPS

Profesor Yamanaka Shinya dari Universitas Kyoto mengumumkan pembentukan sel iPS ini pada tahun 2006 dan memenangkan Penghargaan Nobel untuk karyanya tersebut pada tahun 2012.

Sejak saat itu, Pemerintah Jepang konsisten mendukung penelitian dan pengembangan di bidang kedokteran regeneratif ini.

Di Jepang, uji klinis telah dilakukan melibatkan pasien dengan sekitar 20 jenis penyakit yang berbeda.

Dua produk turunan sel iPS yang baru saja disetujui panel ahli tersebut rencananya akan menargetkan pengobatan gagal jantung dan penyakit Parkinson.

Penyakit Parkinson, gangguan progresif yang disebabkan oleh hilangnya sel otak penghasil dopamin, ditandai dengan gejala seperti tremor pada anggota tubuh. Pasien secara bertahap akan kehilangan kemampuan motorik untuk bergerak.

Diperkirakan sekitar 300.000 orang di Jepang mengidap Parkinson, namun hingga saat ini dikatakan belum ada obat yang terbilang efektif.

Produk medis terbaru garapan Sumitomo Pharma ini memanfaatkan sel turunan iPS yang akan berubah menjadi sel saraf. Sel-sel ini kemudian ditanamkan pada otak pasien dengan tujuan menghidupkan kembali sel saraf aslinya.

Dalam serangkaian uji klinis, fungsi motorik pada beberapa pasien diakui menunjukkan peningkatan. Para peneliti menyatakan telah mampu mengonfirmasi keamanan sekaligus kemanjurannya.

Okada Takashi, pasien Parkinson

Okada Takashi, pria yang telah mengidap penyakit Parkinson selama kurang lebih sepuluh tahun lamanya, menyambut positif terobosan pengobatan baru ini.

“Ini sungguh menakjubkan. Sekarang saya memiliki kesempatan hidup lebih lama,” ujarnya haru. “Sungguh sebuah kabar baik, saya rasanya ingin menangis.”

“Dapat menyembuhkan penyakit yang selama ini dianggap mustahil, jelas merupakan terobosan kelas dunia,” tambahnya. “Secara fisik saya tak bisa berjalan, tapi kegembiraan ini seakan membuat saya bisa lari secepat kilat dalam sekejap.”

Produk lainnya yang tak kalah inovatif adalah “koyok sel otot jantung” (cardiomyocyte patches) untuk menangani ischemic cardiomyopathy, sejenis gagal jantung level kritis yang dikembangkan oleh startup asal Universitas Osaka bernama Cuorips.

Tambalan medis ini dibuat melalui pembedaan sel iPS menjadi kardiomiosit, yakni sel khusus yang bertugas membangun lapisan otot pada jantung.

Saat “koyok” ini ditempelkan ke atas permukaan jantung yang bermasalah, suplai sejenis protein diklaim akan secara melimpah terlepas menuju jaringan otot jantung. Hal ini diyakini mampu memperbaiki sirkulasi darah serta memulihkan fungsi normal jantung manusia.

Sang ketua tim peneliti dari Universitas Osaka, Profesor Sawa Yoshiki.

Profesor Sawa Yoshiki, Universitas Osaka

Dia menuturkan keinginan terdalamnya untuk dapat menyalurkan pengobatan ajaib ini kepada sebanyak mungkin pasien gagal jantung dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Saya ingin terus melangkah maju membawa komitmen kuat dalam menyebarkan kemudahan pengobatan praktis ke seluruh dunia,” janjinya.

Pada hari Kamis, panel ahli merekomendasikan komersialisasi produksi beserta penjualan kedua jenis produk berbasis sel iPS ini, namun tetap dengan satu syarat tegas, para pengembang harus mengawal ketat kelanjutan studi yang melibatkan keseluruhan pasien yang sudah dirawat dan harus selalu menguji ulang efikasi juga keselamatan dari penggunaan masing-masing produk buatan mereka selama rentang tujuh tahun ke depan.

Kementerian Kesehatan Jepang turut mengumumkan bahwasannya pihaknya berekspetasi sudah bisa segera meresmikan langsung lisensi izin terhadap dua produk kesehatan mutakhir itu di awal bulan Maret.

Disebutkan juga, pengobatan ajaib yang bakal segera terdaftar jaminan asuransi kesehatan ini dijadwalkan bakal bisa mulai disediakan dan dipraktikkan langsung pada kurun waktu musim panas ini – tentu dengan catatan apabila semua jaringan produksi dan lembaga kesehatannya telah memadai kelayakannya.

Profesor andalan Universitas Kyoto, Yamanaka Shinya menyuarakan kebahagiaannya usai pijakan krusial telah mantap tergenggam demi aplikasi produk terapan kesehatan mahakarya dari sel iPS.

Yamanaka Shinya

Akan tetapi, sang profesor tampaknya berusaha untuk tetap waspada dari segudang rentetan kemungkinan yang membayangi.

“Mengesahkan derajat kesehatan sekaligus seberapa efektifnya hasil akhir kelak akan bertumpu pada segudang deret uji tes klinis sebagai rukun prosedural mutlak,” ucap sang pionir.

“Langkah demi langkah, kita bersama harus tetap bergerak selangkah lebih berhati-hati, terus sejalan beriringan bersama metodologi prinsip sains.”