BERITA JEPANG
Umum Kesehatan 13 March 2026

Kasus Kematian Pasien! Klinik di Tokyo Dilarang Beroperasi Sementara Usai Terapi Sel Punca Berujung Maut

Oleh NHK Sumber: NHK
Kasus Kematian Pasien! Klinik di Tokyo Dilarang Beroperasi Sementara Usai Terapi Sel Punca Berujung Maut

Kementerian Kesehatan Jepang secara resmi memerintahkan sebuah klinik di Tokyo untuk menghentikan sementara seluruh layanan pengobatan regeneratif mereka. Keputusan tegas ini diambil setelah seorang pasien yang menjalani terapi di klinik tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Menurut keterangan resmi kementerian, seorang wanita warga negara asing berusia 60-an menjalani terapi regeneratif untuk mengatasi nyeri tubuh di Klinik Ginza yang berlokasi di Distrik Chuo, Tokyo, pada hari Selasa lalu. Tak lama setelah tindakan dilakukan, kondisi kesehatan wanita tersebut memburuk drastis. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit lain untuk penanganan darurat.

Prosedur Medis yang Dipertanyakan

Pasien tersebut diketahui menjalani perawatan atas biaya sendiri. Prosedur yang dilakukan melibatkan penyuntikan sel punca (stem cells) yang telah dikultur, yang berasal dari lemak tubuh pasien itu sendiri.

Menanggapi insiden maut ini, Kementerian Kesehatan merilis perintah darurat pada hari Jumat yang mencakup:

  1. Penangguhan sementara praktik terapi regeneratif serupa di Klinik Ginza.
  2. Perintah penghentian produksi bagi laboratorium di Kota Kyoto yang memproses sel-sel tersebut.
  3. Permintaan penangguhan pengiriman sel kepada fasilitas di Seoul, Korea Selatan, yang terlibat dalam sebagian proses pengolahan sel.

Investigasi Mendalam

Pihak Klinik Ginza sendiri sejauh ini menolak memberikan komentar lebih lanjut dan menyatakan bahwa mereka sedang menyelidiki penyebab pasti kematian pasien. Kementerian Kesehatan juga berencana melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur keselamatan.

Kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada Agustus tahun lalu, seorang pasien juga meninggal setelah menjalani terapi serupa di klinik lain di Distrik Chuo. Rentetan insiden ini memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan praktik pengobatan regeneratif yang tidak ditanggung oleh Asuransi Kesehatan Nasional (NHI). Pemerintah kini menginstruksikan seluruh institusi medis penyedia layanan serupa untuk memperketat sistem perawatan darurat mereka.