Ketua Asosiasi Industri Listrik Jepang Bantah Dampak Langsung Konflik Iran pada Pasokan LNG

Ketua asosiasi industri listrik di Jepang menyatakan bahwa ketergantungan negara tersebut terhadap Timur Tengah untuk pasokan gas alam cair (LNG) tergolong rendah. Oleh karena itu, stabilitas pasokannya diprediksi tidak akan terdampak langsung secara signifikan oleh konflik yang tengah berlangsung di Iran.
Ketua Federasi Perusahaan Tenaga Listrik Jepang, Mori Nozomu, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers rutin yang digelar pada hari Kamis.
Dalam penjelasannya mengenai dampak situasi Iran terhadap pengadaan bahan bakar pembangkit listrik termal, Mori merujuk pada LNG sebagai bahan bakar utama pembangkitan listrik nasional. Ia membantah adanya ancaman langsung terhadap stabilitas pasokan LNG saat ini.
Mori menjelaskan bahwa Jepang telah berhasil melakukan diversifikasi pemasok LNG selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, impor LNG dari negara-negara di kawasan Teluk Persia hanya mencakup sekitar 6 persen dari total kebutuhan nasional Jepang.
Meski demikian, terkait dengan potensi kenaikan tarif listrik, Mori menyatakan bahwa masih mustahil untuk memberikan prediksi yang akurat pada tahap ini. Ia menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dengan saksama. Jika konflik berkepanjangan, terdapat risiko pengetatan saldo pasokan dan permintaan LNG global yang bisa berdampak pada harga di masa depan.