BERITA JEPANG
Politik 16 February 2026

Keluarga Korban Penculikan Desak Pemulangan Segera Lewat Dialog dengan Korea Utara

Oleh NHK Sumber: NHK
Keluarga Korban Penculikan Desak Pemulangan Segera Lewat Dialog dengan Korea Utara

Kerabat warga negara Jepang yang diculik oleh Korea Utara telah menyerukan pemulangan semua korban penculikan ke Jepang selagi generasi orang tua mereka masih hidup.

Anggota keluarga mengadakan pertemuan bersama dengan pendukung mereka di Tokyo pada hari Minggu.

Pada awal acara, mereka mengheningkan cipta sejenak untuk Arimoto Akihiro, yang meninggal satu tahun lalu pada usia 96 tahun. Dia adalah ayah dari salah satu korban penculikan, Arimoto Keiko.

Kelompok tersebut menyusun kebijakan untuk kegiatan masa depan mereka. Kebijakan itu menyatakan jika pemulangan semua korban penculikan terealisasi selagi generasi orang tua mereka masih hidup, mereka tidak akan keberatan dengan pemberian bantuan kemanusiaan ke Korea Utara, pencabutan sanksi Jepang terhadap Korut, atau pembukaan pembicaraan untuk menormalisasi hubungan bilateral.

Mereka juga berjanji untuk tidak terlibat dalam kegiatan anti-Korea Utara dengan mencoba menggali rahasia dari para korban yang kembali, kecuali mengenai keberadaan korban penculikan lainnya.

Namun, mereka mengatakan jika pemulangan tidak terealisasi dalam batas waktu tersebut, mereka akan menuntut dengan kemarahan agar pemerintah Jepang menjatuhkan sanksi yang lebih keras terhadap Korut.

Yokota Sakie, ibu berusia 90 tahun dari Yokota Megumi, kini menjadi satu-satunya orang tua yang masih hidup dari 12 korban penculikan Jepang yang telah diakui oleh pemerintah namun keberadaannya masih belum diketahui.

Korea Utara telah menjelaskan bahwa dari 12 korban penculikan tersebut, delapan meninggal dan empat belum memasuki negara itu. Mengenai hal ini, kelompok tersebut mengatakan prioritas utamanya adalah menyelamatkan semua mereka yang masih hidup dan siap untuk memberitahu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bahwa mereka tidak akan mempermasalahkan pernyataan masa lalu Pyongyang jika dia membuat keputusan itu.

Anggota keluarga sedang mencermati apakah Presiden AS Donald Trump akan mengadakan pertemuan puncak lagi dengan Kim Jong Un. Mereka juga menyerukan kepada pemerintah Jepang untuk melakukan segala upaya guna mengadakan pertemuan puncak Jepang-Korea Utara.