BERITA JEPANG
Domestik 23 February 2026

Kaisar Naruhito Jepang Berulang Tahun ke-66

Oleh NHK Sumber: NHK
Kaisar Naruhito Jepang Berulang Tahun ke-66

Kaisar Jepang Naruhito merayakan ulang tahunnya yang ke-66 pada hari Senin. Menjelang hari jadinya, beliau menyempatkan diri berbicara kepada para wartawan di Istana Kekaisaran di Tokyo.

Tahun ini menandai peringatan 15 tahun Gempa Bumi Besar Jepang Timur yang terjadi pada 2011 silam, serta 10 tahun Gempa Kumamoto tahun 2016. Kaisar mengungkapkan bahwa hatinya masih terasa pilu setiap kali mengingat betapa besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana-bencana tersebut di berbagai wilayah.

Beliau memaparkan bahwa meski proses pemulihan terus berjalan, berbagai tantangan masih tersisa, khususnya yang berkaitan dengan penghidupan masyarakat serta rekonstruksi komunitas. Kaisar merasa luka akibat rentetan bencana itu belum sepenuhnya sembuh, terutama saat membayangkan mereka yang kehilangan orang terkasih dan harus menghadapi perubahan drastis dalam lingkungan tempat tinggalnya.

Di daerah terdampak, Kaisar mendengar adanya upaya dari generasi muda untuk mewariskan pengalaman dan pelajaran berharga mengenai bencana. Beliau menegaskan pentingnya meneruskan pengalaman terkait bencana skala besar ke generasi-generasi mendatang, serta tidak pernah melupakan pengalaman pemulihan dan rekonstruksi. Ia juga kembali menekankan pentingnya kesiapan menghadapi kemungkinan gempa Palung Nankai dan gempa bumi yang bisa menyerang langsung daerah metropolitan.

Dalam kesempatan yang sama, Kaisar turut menyinggung putrinya, Putri Aiko, yang telah mengunjungi Laos pada lawatan resmi perdananya ke luar negeri tahun lalu, dan kini mulai memperluas jangkauan kegiatannya. Kaisar berharap putrinya akan mendapatkan banyak pengalaman, terus berkembang, serta melaksanakan tugasnya sebagai anggota Keluarga Kekaisaran sekaligus tetap memelihara rasa syukur dan kepedulian yang tinggi.

Kaisar Naruhito juga menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke daerah-daerah simbolis pada peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II tahun lalu. Beliau merasa sangat terkesan mengingat betapa ayahanda dan ibundanya—Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Emerita Michiko—selalu menanggapi sejarah perang dengan sangat serius serta amat menjunjung tinggi nilai perdamaian.

Menutup wawancaranya dengan menyoal kegiatan Keluarga Kekaisaran ke depannya, Kaisar mencatat bahwa masyarakat kini tengah mengalami perubahan besar. Di antaranya adalah angka kelahiran yang menurun drastis, populasi yang menua, perubahan iklim, hingga bencana yang semakin sering dengan tingkat keganasan yang tak terduga. Karena itu, penting untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman demi menjalankan tugas resmi yang relevan.