Jepang Lobby Afrika Selatan Izinkan Botol Sake Tradisional

Pejabat perdagangan Jepang tengah mendesak Afrika Selatan untuk mengizinkan penjualan sake dalam ukuran botol yang sudah lama menjadi standar di negara asalnya.
Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang (JETRO) mengadakan seminar sake di Cape Town pada hari Senin, yang dihadiri oleh pejabat pemerintah dan pelaku bisnis setempat.
Minat terhadap minuman ikonik Jepang ini semakin tumbuh di Afrika Selatan seiring dengan “booming” global masakan tradisional Jepang yang dikenal sebagai washoku.
Namun, saat ini Afrika Selatan tidak mengizinkan sake dijual dalam ukuran botol khas Jepang, yaitu satu “sho” (setara 1,8 liter) dan empat “go” (720 mililiter). Otoritas setempat beralasan bahwa satuan ukuran tersebut dapat membingungkan konsumen.
Perwakilan JETRO menjelaskan kepada para hadirin bahwa masyarakat Jepang telah menggunakan satuan ini selama lebih dari satu abad, awalnya untuk menakar beras berdasarkan berat.
Pejabat JETRO menyatakan keinginan mereka agar Afrika Selatan mengizinkan penjualan ritel sake dalam botol tradisional, sehingga produsen dapat menekan biaya dan menjaga kualitas produk.
Billy Makhafola dari Departemen Pertanian Afrika Selatan mengatakan, “Ini sangat informatif dan membantu untuk memahami serta menghargai proses pembuatan sake, bagaimana ia diproduksi, bagaimana ia dirayakan di Jepang untuk berbagai kesempatan, dan makna sebenarnya bagi orang Jepang.”
Direktur JETRO Johannesburg, Nishiura Rikako, menambahkan: “Afrika Selatan memiliki budaya anggur (wine) yang kuat. Namun umpan balik yang saya dapatkan dari peserta acara ini adalah mereka bisa merasakan keunikan sake dan belajar tentang budaya Jepang. Saya rasa kami mendapatkan respons yang sangat positif.”
Perwakilan dari produsen sake yang berbasis di sembilan prefektur Jepang juga menghadiri acara tersebut. Salah satu dari mereka menyatakan bahwa perusahaannya ingin membantu pertumbuhan masa depan sake dengan mempromosikannya kepada generasi muda di Afrika Selatan.