Jepang Kucurkan 3,8 Juta Dolar Tambahan ke UNESCO untuk Pulihkan Aset Budaya Ukraina

Jepang mengumumkan kontribusi baru sebesar 3,8 juta dolar AS ke Ukraina melalui UNESCO untuk membantu memperbaiki aset budaya yang rusak akibat invasi Rusia.
UNESCO menyatakan hingga bulan lalu, lebih dari 500 situs budaya di Ukraina telah terverifikasi mengalami kerusakan. Situs-situs tersebut mencakup bangunan bersejarah dan bernilai seni tinggi.
Pemerintah Jepang selama ini mendukung Ukraina melalui UNESCO untuk pemulihan properti budaya dan terkait lainnya di negara tersebut.
Pejabat mengadakan upacara penandatanganan di ibu kota Ukraina, Kyiv, pada hari Selasa untuk menandai kontribusi tambahan Jepang.
UNESCO menjelaskan bantuan baru ini dapat memperkuat upaya verifikasi kerusakan warisan budaya di Ukraina menggunakan citra satelit dan sarana inspeksi lainnya.
“Hal ini akan memungkinkan langkah darurat yang cepat untuk menstabilkan dan memperbaiki situs budaya yang rusak serta mencegah deteriorasi lebih lanjut,” kata badan PBB tersebut.
UNESCO menyebutkan total kontribusi Jepang ke Ukraina merepresentasikan hampir 40 persen dari seluruh pendanaan yang dimobilisasi oleh badan tersebut untuk negara ini.
Duta Besar Jepang untuk Ukraina, Nakagome Masashi, mengatakan budaya merupakan bagian penting dari kedaulatan Ukraina dan Jepang ingin terus memberikan dukungannya.
Wakil Menteri Kementerian Kebudayaan Ukraina, Anastasia Bondar, menyatakan sangat berterima kasih atas penghargaan Jepang terhadap pelestarian aset budaya Ukraina dan betapa berharganya bidang kebudayaan bagi negaranya.