Timur Tengah Memanas, Jepang Siapkan Evakuasi Warga Awal Pekan Depan

Pemerintah Jepang tengah melakukan persiapan intensif untuk mengevakuasi warga negaranya dari Timur Tengah. Rencananya, evakuasi akan dilakukan melalui Arab Saudi dan Oman paling cepat awal pekan depan, menurut laporan dari NHK.
Saat ini, banyak warga Jepang yang masih terdampar di wilayah konflik tersebut. Kendalanya, bandara-bandara hanya melayani penerbangan sangat terbatas sebagai dampak dari serangan AS-Israel serta serangan balasan dari pihak Iran.
Pada hari Kamis kemarin, pemerintah Jepang secara resmi menyatakan komitmennya untuk mendukung evakuasi warga yang ingin meninggalkan Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Pihak berwenang kini sedang mengonfirmasi jumlah warga yang ingin dievakuasi dari keempat negara tersebut. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan transportasi darat menuju ibu kota Arab Saudi, Riyadh, atau ibu kota Oman, Muscat. Dari titik tersebut, para pengungsi akan diterbangkan kembali ke Jepang menggunakan pesawat sewaan (charter).
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae terus bergerak cepat dengan menjalin komunikasi bersama para pemimpin dunia. Pada hari Kamis, PM Takaichi telah berbicara melalui telepon dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz, di mana keduanya sepakat untuk bekerja sama erat demi penyelesaian konflik yang lebih cepat.
Tak berhenti di situ, PM Takaichi juga dijadwalkan melakukan pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Kanada yang baru, Mark Carney, pada hari Jumat ini. Pertemuan yang mencakup makan malam kerja ini merupakan kunjungan perdana Carney ke Jepang sejak menjabat.
Kedua pemimpin negara tersebut diharapkan dapat bertukar pandangan strategis guna mencegah situasi di Timur Tengah memburuk, sekaligus memperdalam kerja sama bilateral di bidang keamanan dan ekonomi yang kini menghadapi tantangan besar secara global.