Jepang Dukung Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Myanmar di Thailand

Jepang akan memberikan bantuan medis bagi para pengungsi dari Myanmar yang tinggal di Thailand.
Jumlah orang yang melarikan diri dari Myanmar ke Thailand telah meningkat sejak militer mengambil alih kekuasaan dalam kudeta lima tahun lalu, yang menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara.
Mereka mencari layanan medis di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar, yang membebani fasilitas kesehatan setempat. Beberapa institusi sempat tutup sementara setelah Amerika Serikat memotong dukungan.
Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi para pengungsi. Upacara penandatanganan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diadakan di Bangkok pada hari Selasa.
Program bantuan hibah ini bernilai sekitar 450 juta yen, atau sekitar 2,95 juta dolar AS. Dana ini akan digunakan untuk melatih tenaga medis dan meningkatkan peralatan medis di kamp-kamp pengungsi.
WHO mengatakan proyek ini diperkirakan akan memberi manfaat bagi lebih dari 60.000 pengungsi.
Duta Besar Jepang untuk Thailand, Otaka Masato, mengatakan kontribusi untuk memelihara dan meningkatkan layanan medis serta kondisi kehidupan di daerah tersebut akan membantu mempromosikan stabilitas di seluruh wilayah.