Jepang Akan Bergabung dalam Inisiatif NATO untuk Mendukung Ukraina

NHK melaporkan bahwa Jepang akan bergabung dalam inisiatif yang dipimpin NATO untuk menyediakan amunisi dan peralatan buatan AS kepada Ukraina.
NATO dan Amerika Serikat membentuk mekanisme ini pada Juli 2025 untuk mengoordinasikan pembelian dan pengiriman amunisi serta peralatan produksi AS ke Ukraina.
Lebih dari 20 negara anggota NATO, termasuk Jerman dan Belanda, telah menyatakan akan berkontribusi dalam inisiatif ini, sementara Australia dan Selandia Baru juga berjanji untuk berpartisipasi.
Aliansi ini telah memasok rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot Ukraina dan barang-barang lainnya melalui kerangka kerja tersebut.
Beberapa pejabat NATO mengatakan kepada NHK bahwa Jepang diperkirakan akan secara resmi mengumumkan rencana kontribusinya dalam waktu dekat.
Para pejabat tersebut menyatakan Jepang hanya akan menyediakan pendanaan untuk peralatan pertahanan non-letal, yang mungkin mencakup sistem radar dan rompi anti peluru.
Mereka menambahkan bahwa Jepang telah memberi pengarahan kepada beberapa anggota NATO dan Ukraina mengenai rencana tersebut.
Seorang pejabat NATO menyatakan bahwa peralatan non-letal pun sangat penting bagi Ukraina, dan menambahkan bahwa keterlibatan Jepang dalam inisiatif ini merupakan perkembangan yang signifikan.
Tanggal 24 Februari akan menandai empat tahun sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, dan tanda-tanda kelelahan mulai terlihat di antara beberapa negara Barat dalam mendukung Ukraina seiring konflik terus berlanjut.