Jepang Kucurkan Dana 500 Juta Yen Lawan Sindikat Penipuan di Asia Tenggara

Jepang akan memberikan bantuan kepada empat negara di Asia Tenggara dalam upaya mereka memerangi kejahatan lintas negara, termasuk operasi penipuan dan scam online yang marak terjadi.
Upacara penandatanganan diadakan di Bangkok pada hari Senin untuk program bantuan hibah senilai lebih dari 500 juta yen, atau sekitar 3,3 juta dolar AS. Program strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan investigasi Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Laos dalam menangani kasus-kasus kompleks.
Mengatasi kejahatan transnasional telah menjadi prioritas utama di kawasan Asia Tenggara. Pihak berwenang di Kamboja, Myanmar, dan wilayah lainnya baru-baru ini telah menggerebek berbagai fasilitas kelompok kriminal yang diyakini terlibat dalam operasi penipuan berskala besar.
Bantuan untuk program ini akan disalurkan melalui Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC).
Rencana tersebut mencakup penyediaan peralatan canggih bagi otoritas investigasi masing-masing negara untuk menganalisis data forensik digital pada ponsel pintar dan komputer pribadi para pelaku kejahatan. Inisiatif ini juga menyerukan pembentukan pusat pemantauan yang berfungsi sebagai pusat intelijen dan menghasilkan analisis mendalam.
Duta Besar Jepang untuk Thailand, Otaka Masato, yang menghadiri upacara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi internasional. “Untuk menanggapi secara efektif jaringan yang berkembang pesat dan sangat adaptif, kita harus bergandengan tangan dan bekerja sama untuk menghadapi ancaman bersama ini,” ujarnya.