Japan hibakusha membahas upaya sejak perjanjian larangan nuklir berlaku 5 tahun yang lalu


Sebuah kelompok warga Jepang yang mendukung penghapusan senjata nuklir telah mengadakan acara di Tokyo untuk menandai lima tahun sejak Perjanjian Larangan Senjata Nuklir berlaku pada 22 Januari 2021.
Kumpulan pada hari Kamis diselenggarakan oleh Peace Boat, sebuah kelompok yang telah berpartisipasi dalam Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir. ICAN memenangkan Penghargaan Nobel Perdamaian 2017 atas kontribusinya terhadap adopsi perjanjian tersebut.
Perjanjian tersebut melarang pengembangan, pemilikan, dan penggunaan senjata nuklir. Hingga saat ini, perjanjian tersebut telah diratifikasi oleh 74 negara dan wilayah. Namun, tidak ada negara yang memiliki senjata nuklir yang telah ikut serta dalam perjanjian tersebut. Begitu pula dengan Jepang dan beberapa negara lainnya.
Hibakusha, korban selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, diundang ke acara tersebut bersama dengan pemuda yang tertarik pada penghapusan senjata nuklir.
Tanaka Terumi beralamat kepada rapat sebagai co-ketua Nihon Hidankyo, kelompok yang mewakili korban selamat bom nuklir yang memenangkan Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2024.
Dia mengatakan bahwa sejak Nihon Hidankyo memenangkan penghargaan, dia telah memiliki kesempatan untuk berbicara di berbagai tempat di Jepang, tetapi upayanya belum berhasil menciptakan momentum besar. Dia mengatakan bahwa dia berencana untuk memperbarui upayanya tahun ini untuk akhirnya mendorong pemerintah Jepang untuk ikut serta dalam perjanjian tersebut.
Setsuko Thurlow, seorang korban selamat bom atom yang sekarang tinggal di Kanada, mengirim pesan video ke rapat. Dia mengatakan bahwa kita sekarang hidup dalam kegelapan, tetapi, melalui upaya kita untuk keluar dari kegelapan tersebut, cahaya akan muncul dan membimbing tindakan kita di masa depan. Thurlow juga mengatakan bahwa kita harus bekerja sama dan tidak pernah menyerah.