Investigasi: Celah Visa Kerja 'Engineer' Disalahgunakan untuk Pekerja Kasar

Selama satu dekade terakhir, Jepang mengalami lonjakan besar dalam jumlah pekerja asing. Namun baru-baru ini, terungkap bahwa banyak yang bekerja secara ilegal di luar batas visa mereka karena skema transnasional yang dirancang untuk memanfaatkan celah dalam sistem imigrasi Jepang.
Banyak peningkatan pekerja asing terjadi di bawah kategori visa Engineer/Specialist in Humanities/International Services. Kategori ini mencakup profesi seperti pemrogram, desainer, dan penerjemah. Sejak 2015, jumlah pemegang visa ini meningkat tiga kali lipat menjadi 458.109 pada Juni 2025.
Namun, Yoshimizu Jiho dari Japan Vietnam Tomoiki Association mengatakan ada lonjakan permintaan bantuan dari orang-orang yang dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak sesuai kualifikasi mereka, seperti buruh kasar.

Seorang korban bernama Tran (nama samaran) datang ke Jepang sebagai akuntan tetapi malah ditempatkan di dapur hotel untuk mencuci piring—pekerjaan “tidak terampil” yang tidak tercakup dalam visanya. Ia membayar lebih dari 7.000 dolar kepada agen di Vietnam dan tidak sadar bahwa ia bekerja secara ilegal.
Investigasi NHK menemukan bahwa skema ini melibatkan agen curang yang menggunakan nama perusahaan Jepang tanpa izin untuk mengajukan visa. Pemerintahan PM Takaichi kini sedang menyusun kebijakan dasar untuk memperketat pengawasan terhadap praktik ini.