Jelang Usia 90 Tahun, Ibu Korban Penculikan Korea Utara Desak Pemerintah Jepang Bertindak

Ibu dari seorang korban penculikan Jepang yang dibawa oleh Korea Utara beberapa dekade lalu menyerukan kepada pemerintah Jepang untuk melakukan upaya lebih lanjut demi pemulangan segera semua korban yang diculik oleh Korea Utara.
Yokota Sakie mengadakan konferensi pers pada hari Selasa menjelang ulang tahunnya yang ke-90 pada 4 Februari.
Putrinya, Megumi, diculik dalam perjalanan pulang dari sekolah di Kota Niigata di pantai Laut Jepang pada tahun 1977, ketika dia masih berusia 13 tahun.
Yokota mengatakan sudah sangat lama waktu berlalu, dan dia akan segera berusia 90 tahun. Dia mengungkapkan bahwa masalah ini masih belum terselesaikan, dan nasib para korban penculikan masih belum diketahui. Dia mengaku sedih melihat situasi yang berlarut-larut ini.
Dia mengatakan dia masih bisa beraktivitas, tetapi seiring tubuhnya yang perlahan melemah, dia khawatir dia akan meninggal dunia tanpa kepastian, seperti yang dialami anggota keluarga korban penculikan lainnya yang telah wafat.
Yokota menegaskan dia menjalani setiap hari dengan keyakinan mutlak bahwa “Megumi-chan” dalam keadaan sehat. Dia juga mengakui sering merasa tertekan memikirkan bagaimana putrinya hidup di Korea Utara, apakah dia diberi makan dengan layak, dan kondisi lainnya. Namun, dia berusaha untuk tidak terlalu larut dalam pikiran tersebut dan terus berdoa dengan sungguh-sungguh setiap hari.
Dia mencatat bahwa dia ingin pemerintah melakukan segala yang bisa dilakukannya, apa pun caranya, untuk memulangkan semua korban.
Pemerintah Jepang menyatakan agen Korea Utara menculik setidaknya 17 warga negara Jepang pada tahun 1970-an dan 80-an. Lima orang kembali ke Jepang setelah pertemuan puncak bilateral pada tahun 2002. Namun keberadaan 12 orang sisanya masih belum diketahui.
Yokota adalah satu-satunya orang tua yang masih hidup di antara keluarga korban penculikan yang diidentifikasi pemerintah yang keberadaannya masih belum ditemukan.
Keluarga korban mendesak pemerintah untuk mewujudkan pemulangan segera semua korban penculikan.