Masa Depan Hubungan Seoul-Tokyo: Presiden Korsel Lee Jae Myung Tekankan Pentingnya Kerja Sama dengan Jepang

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menekankan pentingnya hubungan dengan Jepang di tengah apa yang ia sebut sebagai “situasi internasional yang keras.” Ia juga mengungkapkan harapannya agar Tokyo turut membantu menjaga hubungan yang telah membaik.
Dalam pidatonya pada hari Minggu (1/3) dalam upacara memperingati ulang tahun gerakan kemerdekaan melawan kolonialisme Jepang tahun 1919, Lee menyatakan bahwa menghadapi tantangan global saat ini adalah waktu yang tepat bagi Korea Selatan dan Jepang untuk “merespons realitas yang ada dan bekerja sama demi masa depan yang lebih baik.”
Lee menegaskan, “Melalui diplomasi pragmatis, pemerintah akan melakukan segala kemungkinan untuk menghadapi masa lalu secara jujur, mengatasi tantangan saat ini secara bersama, dan melangkah maju ke masa depan.”
Presiden Lee juga menyinggung istilah diplomasi “shuttle” (kunjungan timbal balik pemimpin negara) dan menyatakan bahwa Korea Selatan akan terus melakukan hal tersebut dengan Jepang. Ia berharap pemerintah Jepang terus berpartisipasi agar kedua negara dapat menciptakan “dunia baru yang ramah berdasarkan pemahaman dan empati yang tulus.”
“Untuk menavigasi masa-masa yang penuh gejolak ini, harmoni di Asia Timur Laut lebih krusial dari sebelumnya,” tambah Lee. Ia juga menyoroti perlunya Seoul, Beijing, dan Tokyo untuk mencari kesamaan pandangan serta berkomunikasi lebih intens pasca kunjungannya ke China dan Jepang awal tahun ini.
Selain itu, Lee menyatakan bahwa pemerintahannya akan berupaya agar dialog antara kedua Korea serta antara Washington dan Pyongyang dapat dilanjutkan kembali, dengan harapan Korea Utara segera kembali ke meja perundingan.