BERITA JEPANG
Bisnis 09 February 2026

Gaji Riil di Jepang Turun 4 Tahun Berturut-turut, Inflasi Terus Menggerus Kenaikan Upah

Oleh NHK Sumber: NHK
Gaji Riil di Jepang Turun 4 Tahun Berturut-turut, Inflasi Terus Menggerus Kenaikan Upah

Gaji riil di Jepang turun selama empat tahun berturut-turut pada 2025 karena melonjaknya harga konsumen menghapus kenaikan upah nominal.

Data awal yang dirilis pada hari Senin oleh Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan upah yang disesuaikan dengan inflasi turun 1,3 persen dibandingkan tahun 2024.

Pekerja menerima rata-rata hampir 356.000 yen per bulan, atau lebih dari 2.200 dolar AS, termasuk lembur dan bonus. Angka ini naik 2,3 persen dalam yen, menandai kenaikan lima tahun berturut-turut tanpa memperhitungkan inflasi.

Gaji pokok naik 2 persen, sementara bonus dan tunjangan tambahan lainnya tumbuh 3,8 persen. Namun, harga naik lebih cepat.

Kementerian Tenaga Kerja mengaitkan kenaikan upah nominal dengan hasil negosiasi upah musim semi (shuntō) yang menghasilkan kenaikan signifikan pada 2024 dan 2025, serta kekurangan tenaga kerja. Namun, kementerian juga menyatakan bahwa inflasi terus melampaui kenaikan upah.