Badai Salju Maut: 10 Tewas, Sapporo Tertimbun Satu Meter

Kementerian Urusan Dalam Negeri Jepang melaporkan bahwa 10 orang meninggal dunia dalam sepekan terakhir akibat kondisi musim dingin yang ekstrem dan kecelakaan terkait salju.
Korban terbanyak tercatat di Prefektur Niigata di pesisir Laut Jepang, di mana enam orang dilaporkan tewas. Pejabat setempat menyatakan empat orang meninggal karena masalah kesehatan mendadak saat membersihkan salju atau beraktivitas di luar ruangan. Korban lainnya di Niigata meninggal akibat terjatuh dari atap saat berusaha menyingkirkan tumpukan salju.
Meskipun pejabat meteorologi menyatakan bahwa puncak badai salju telah berlalu, dampak akumulasinya masih sangat berbahaya.
Ketebalan salju telah melampaui rata-rata tahunan di banyak wilayah. Di Sapporo, Hokkaido, tumpukan salju tercatat lebih dari satu meter, rekor tertinggi sejak tahun 2022.
Kondisi lebih ekstrem terjadi di Sukayu, pegunungan Hakkoda di Prefektur Aomori, dengan akumulasi salju mencapai 4,5 meter. Sementara itu, Kota Uonuma di Prefektur Niigata tertimbun salju setebal hampir 2,5 meter.
Sistem tekanan rendah diprediksi masih akan membawa salju dan angin kencang di wilayah Hokkaido hingga Hokuriku pada hari Selasa. Hujan juga diperkirakan turun di sebagian wilayah Hokuriku dan Chugoku. Menjelang akhir pekan (Kamis dan Jumat), hujan salju lebat diperkirakan kembali terjadi di sepanjang pesisir Laut Jepang akibat pergerakan massa udara dingin ke selatan.
Masyarakat diimbau waspada terhadap bahaya longsoran salju dan jatuhnya gumpalan salju dari atap, terutama karena kenaikan suhu dan hujan dapat membuat tumpukan salju menjadi tidak stabil.