BERITA JEPANG
Sains & Teknologi Animanga 17 February 2026

Asosiasi Anime Jepang Khawatirkan Penggunaan Karakter Ilegal di AI ByteDance

Oleh NHK Sumber: NHK
Asosiasi Anime Jepang Khawatirkan Penggunaan Karakter Ilegal di AI ByteDance

Sebuah asosiasi di Jepang menyatakan keprihatinannya atas kemungkinan penggunaan karakter berhak cipta tanpa izin dalam video yang dibuat oleh generator video AI milik ByteDance.

Perusahaan asal Tiongkok tersebut, yang merupakan induk dari aplikasi berbagi video TikTok, meluncurkan versi uji coba dari Seedance 2.0 awal bulan ini.

Alat ini memungkinkan pengguna membuat video definisi tinggi dengan memasukkan perintah teks (prompt). Sejumlah video, yang tampaknya dibuat menggunakan alat tersebut dan menampilkan karakter anime Jepang, telah diunggah di media sosial. Video lain yang diunggah menampilkan figur yang dirancang menyerupai politisi dan selebritas dunia nyata. Dalam video-video tersebut, figur-figur itu terlibat dalam perkelahian dan tindakan lainnya.

Asosiasi Budaya Film dan Anime Nippon (Nippon Anime and Film Culture Association) merilis pernyataan pada hari Jumat. Mereka menyatakan sangat prihatin bahwa konten berhak cipta tampaknya telah digunakan tanpa izin.

Entitas hiburan di luar negeri juga telah merilis pernyataan mengenai kemungkinan penggunaan materi berhak cipta dan kemiripan wajah (likeness) tanpa izin oleh model AI pembuat video milik ByteDance.

ByteDance cabang Jepang mengatakan kepada NHK bahwa mereka telah menghentikan model tersebut dari menghasilkan kemiripan orang sungguhan. Mereka juga menyatakan bahwa perusahaan menyadari kekhawatiran tersebut dan sedang berupaya mengatasi masalah ini sebelum rilis versi final generator video AI mereka. ByteDance Jepang menambahkan bahwa perusahaan sedang mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan saat ini, seiring upaya mencegah pengguna generator menggunakan kekayaan intelektual dan kemiripan wajah tanpa izin.

Masalah penggunaan materi berhak cipta tanpa izin ini juga menjadi bahan perdebatan tahun lalu, ketika sebuah perusahaan AS merilis model AI pembuat video.