BERITA JEPANG

Domestik

Darurat Salju di Aomori: Tertinggi dalam 40 Tahun, SDF Diturunkan!
Domestik • 02 Feb

Darurat Salju di Aomori: Tertinggi dalam 40 Tahun, SDF Diturunkan!

Salju terus menumpuk di beberapa bagian prefektur Aomori, Jepang utara, mencapai ketinggian tertinggi dalam 40 tahun di satu kota. Badan Meteorologi Jepang mengatakan bahwa kedalaman salju telah melebihi rata-rata musim ini di banyak daerah sepanjang Pantai Laut Jepang karena hujan salju yang terus-menerus sejak Januari. Hingga pukul 11 pagi hari Senin, kedalaman salju di kota Aomori mencapai 1,7 meter. Ini 2,5 kali lipat dari norma untuk musim ini. Penumpukan salju di kota Joetsu mencapai 1,46 meter – sekitar 2,4 kali lipat rata-rata musim – 1,42 meter di kota Kazuno, Prefektur Akita – sekitar tiga kali lipat tingkat rata-rata – dan 1,06 meter di kota Sapporo – sekitar 1,6 kali lipat rata-rata musim.

Pil Kontrasepsi Darurat Kini Dijual Bebas di Jepang!
Kesehatan • 02 Feb

Pil Kontrasepsi Darurat Kini Dijual Bebas di Jepang!

Jepang telah memulai penjualan obat kontrasepsi darurat secara bebas (over-the-counter). Penjualan Norlevo dimulai pada hari Senin. Obat ini akan tersedia di sekitar 7.000 toko di seluruh negeri. Harga jualan yang disarankan oleh produsen adalah 7.480 yen, atau sekitar 48 dolar, termasuk pajak. Pil “morning-after” sebelumnya hanya dijual dengan resep dokter, tetapi Kementerian Kesehatan telah mengizinkan penjualan di atas meja pada Oktober tahun lalu sebagai tanggapan terhadap permintaan untuk mengakses obat ini lebih mudah untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Perampokan 400 Juta Yen di Tokyo: Polisi Ungkap Pelaku Berbeda dari Kasus Haneda
Domestik • 02 Feb

Perampokan 400 Juta Yen di Tokyo: Polisi Ungkap Pelaku Berbeda dari Kasus Haneda

Polisi Jepang mengatakan bahwa mereka telah menemukan bahwa para penyerang yang terlibat dalam pencurian uang tunai di Tokyo pada hari Kamis tidak melakukan upaya pencurian pada hari Jumat di bagian lain ibu kota. Polisi sedang mencari para pelaku yang dipercaya masih berada di negara ini. Polisi Tokyo mengatakan bahwa tiga orang menyerang sekelompok warga Jepang dan Tiongkok dengan zat yang mirip semprotan lada di jalan di Ward Taito pada malam hari Kamis. Para penyerang melarikan diri dengan membawa koper yang berisi uang senilai lebih dari 400 juta yen, atau lebih dari 2,58 juta dolar.

5 Tahun Kudeta Myanmar: Warga di Tokyo Tuntut Pembebasan Aung San Suu Kyi
Politik • 01 Feb

5 Tahun Kudeta Myanmar: Warga di Tokyo Tuntut Pembebasan Aung San Suu Kyi

Ratusan warga Myanmar di Jepang menggelar demonstrasi di Tokyo, Minggu, tepat lima tahun setelah militer Myanmar merebut kekuasaan dalam sebuah kudeta. Pada 1 Februari 2021, militer Myanmar menahan pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi, dengan tuduhan penipuan pemilu pada tahun sebelumnya. Di hari ulang tahun yang kelima, sekitar 600 orang, sebagian besar warga Myanmar, turun ke jalan-jalan Tokyo untuk menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi dan lainnya. Para demonstran juga meminta kepada pemerintah Jepang untuk tidak mengakui hasil pemilu Myanmar yang baru-baru ini, karena junta telah mengecualikan partai-partai pro-demokrasi dari pemilu tersebut.

5 Tahun Kudeta: Ratusan Warga Myanmar Kepung Tokyo Tuntut Demokrasi
Politik • 01 Feb

5 Tahun Kudeta: Ratusan Warga Myanmar Kepung Tokyo Tuntut Demokrasi

Ratusan warga Myanmar di Jepang menggelar demonstrasi di Tokyo, Minggu, tepat lima tahun setelah militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta. Pada 1 Februari 2021, militer Myanmar menahan pemimpin pro-demokrasi Aung San Suu Kyi, dengan tuduhan penipuan pemilu pada pemilihan tahun sebelumnya. Pada peringatan lima tahun, sekitar 600 orang, sebagian besar warga Myanmar, turun ke jalan-jalan Tokyo untuk menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi dan lainnya. Para demonstran juga meminta pemerintah Jepang tidak mengakui hasil pemilu Myanmar terbaru karena junta telah mengecualikan partai-partai pro-demokrasi dari pemilu.

Perampokan 330 Ribu Dolar di Hong Kong: Warga Jepang Terlibat?
Bisnis • 31 Jan

Perampokan 330 Ribu Dolar di Hong Kong: Warga Jepang Terlibat?

Polisi di Hong Kong sedang menyelidiki perampokan sebesar 51 juta yen, atau sekitar 330.000 dolar, yang menyebabkan penangkapan enam tersangka, termasuk tiga warga Jepang. Dua pria Jepang yang membawa koper berisi uang itu diserang di jalanan sibuk di pusat Hong Kong pada hari Jumat. Polisi Hong Kong telah menahan enam pria dan wanita berusia antara 23 dan 52 tahun terkait dengan perampokan tersebut. Polisi mengatakan tersangka termasuk salah satu dari dua pria Jepang yang melaporkan koper yang hilang ke polisi. Pria berusia akhir 20-an itu ditahan dengan tuduhan memberikan informasi kepada kelompok pelaku.