BERITA JEPANG

Budaya

Tiga Aliran Utama Upacara Teh Beri Penghormatan kepada Legenda Sen no Rikyu
Umum • 28 Feb

Tiga Aliran Utama Upacara Teh Beri Penghormatan kepada Legenda Sen no Rikyu

Di ibu kota kuno Jepang, Kyoto, tiga kelompok yang mengajarkan gaya upacara teh tradisional yang didirikan oleh master abad ke-16, Sen no Rikyu, berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada pendiri legendaris mereka. Para pemimpin kelompok tersebut pada hari Sabtu mengunjungi kuil Daitoku-ji, yang tahun ini merayakan 700 tahun sejak pendiriannya. Mereka berpartisipasi dalam upacara di depan patung Rikyu yang jarang diperlihatkan kepada publik maupun dipindahkan dari lokasinya. Pada bulan Oktober mendatang, patung tersebut akan dipamerkan untuk pertama kalinya di Museum Nasional Tokyo.

Tradisi 'Kajimaya' di Okinawa: Merayakan Ulang Tahun ke-97 dengan Suka Cita
Budaya • 27 Feb

Tradisi 'Kajimaya' di Okinawa: Merayakan Ulang Tahun ke-97 dengan Suka Cita

Masyarakat di Prefektur Okinawa, wilayah barat daya Jepang, merayakan warga mereka yang telah mencapai usia 97 tahun berdasarkan cara penghitungan usia tradisional Jepang. Tiga orang dihormati dalam acara “kajimaya” di distrik Ohama, Kota Ishigaki, pada hari Rabu. Perayaan umur panjang ini diadakan di berbagai lokasi di seluruh Okinawa. “Kajimaya” berarti kincir angin dalam dialek lokal. Legenda setempat mengatakan bahwa orang-orang akan kembali menjadi anak-anak di dalam hati mereka saat mencapai usia 97 tahun. Dalam penghitungan usia tradisional, seseorang dianggap berusia satu tahun saat lahir dan usianya bertambah setiap tanggal 1 Januari.

Penulis Myanmar Ma Thida Tur Ceramah di Jepang: 'Literasi adalah Senjata Demokrasi'
Budaya • 24 Feb

Penulis Myanmar Ma Thida Tur Ceramah di Jepang: 'Literasi adalah Senjata Demokrasi'

Penulis peraih penghargaan asal Myanmar, Ma Thida, menegaskan bahwa membaca dan berpikir kritis adalah alat perlawanan yang esensial—sekaligus fondasi bagi demokrasi masa depan. Berbicara dalam tur ceramah di tiga kota di Jepang, mantan tahanan politik yang kini hidup dalam pengasingan di Jerman ini merefleksikan kondisi Myanmar pasca-kudeta, di mana militer terus mengokohkan kekuasaannya meski mengklaim tengah kembali ke pemerintahan sipil. Ma Thida mengunjungi Tokyo, Nagoya, dan Osaka, di mana ia mengimbau hadirin untuk membaca secara luas. Ia berargumen bahwa sastra mempertajam kesadaran dan memperkuat kemampuan berpikir kritis—senjata paling ampuh untuk perlawanan dan transformasi menuju demokrasi.

Lomba Mengeruk Salju Digelar di Prefektur Yamagata, Jepang Timur Laut
Budaya • 23 Feb

Lomba Mengeruk Salju Digelar di Prefektur Yamagata, Jepang Timur Laut

Lebih dari 200 orang antusias mengikuti kompetisi mengeruk salju yang unik di wilayah yang terkenal dengan curah salju tebal dan pemandian air panasnya, yakni Prefektur Yamagata, Jepang bagian timur laut, pada hari Minggu. Kompetisi tahunan bernama Jimendashi ini diadakan di distrik Hijiori, desa Ohkura. Nama Jimendashi dapat diterjemahkan secara kasar sebagai “menggali mata air pertama”. Sebanyak 227 peserta yang tergabung dalam 44 tim turut ambil bagian. Mereka datang dari berbagai wilayah seperti Tokyo dan Kansai. Peserta dituntut menggali tumpukan salju hingga menyentuh tanah. Acara ini sengaja digelar pada periode ini untuk menarik minat para wisatawan mengunjungi pemandian air panas lokal setempat.

Kamakura Akan Renovasi Rumah Bersejarah untuk Fasilitas Anak-anak
Domestik • 22 Feb

Kamakura Akan Renovasi Rumah Bersejarah untuk Fasilitas Anak-anak

Pemerintah Kota Kamakura di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo, telah memutuskan untuk memanfaatkan bangunan kayu bersejarah peninggalan budaya sebagai fasilitas makan bagi anak-anak yang membutuhkan. “Mantan kediaman Moroto” adalah rumah dua lantai bergaya barat yang dibangun pada tahun 1908, dan ditetapkan sebagai aset budaya berwujud yang terdaftar di negara. Rumah ini disumbangkan kepada pemerintah kota lebih dari 40 tahun yang lalu dan sempat digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat untuk anak-anak. Fasilitas ini ditutup pada tahun 2018 karena kekhawatiran tentang keamanan terhadap gempa bumi dan alasan lainnya, sehingga semenjak itu terbengkalai.

Makanan dan Budaya Vietnam Ramaikan Acara Tahun Baru Imlek di Prefektur Gunma
Budaya • 22 Feb

Makanan dan Budaya Vietnam Ramaikan Acara Tahun Baru Imlek di Prefektur Gunma

Sebuah acara untuk merayakan Tahun Baru Imlek versi Vietnam yang dikenal sebagai Tet telah dimulai di Prefektur Gunma, Jepang, dengan menghadirkan beragam cita rasa makanan dan budaya tradisional bernuansa dari negara Asia Tenggara tersebut. Gunma merupakan rumah bagi lebih dari 16.000 penduduk Vietnam, yang merupakan kelompok warga negara asing terbesar di prefektur ini. Kantor prefektur menyelenggarakan acara ini setiap tahunnya. Rangkaian edisi tahun ini diselenggarakan selama dua hari dimulai dari hari Sabtu.