BERITA JEPANG

Bisnis

Ekspor Beras Jepang Cetak Rekor Lagi di 2025, Meski Pertumbuhan Melambat
Bisnis • 10 Feb

Ekspor Beras Jepang Cetak Rekor Lagi di 2025, Meski Pertumbuhan Melambat

Ekspor beras Jepang mencapai rekor tertinggi baru pada tahun 2025. Namun, pertumbuhannya melambat, karena tingginya harga beras produksi dalam negeri memacu pengiriman domestik. Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengatakan negara itu mengekspor lebih dari 48.000 ton beras, termasuk paket nasi siap saji, tahun lalu. Ini menandai tahun kelima berturut-turut rekor pengiriman ke luar negeri sejak 2020, ketika statistik yang sebanding tersedia. Namun, tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun melambat menjadi 3,7 persen, turun tajam dari lebih dari 20 persen di masing-masing dari tiga tahun sebelumnya hingga 2024.

Nikkei 225 Meroket ke Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Setelah Kemenangan Telak LDP!
Bisnis • 09 Feb

Nikkei 225 Meroket ke Rekor Tertinggi Sepanjang Masa Setelah Kemenangan Telak LDP!

Indeks saham acuan Jepang naik ke rekor tertinggi pada hari Senin setelah Partai Liberal Demokrat (LDP) meraih kemenangan telak dalam pemilu. Kemenangan LDP dalam pemilu umum hari Minggu memicu lonjakan pembelian saham secara luas. Nikkei 225 ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa di angka 56.363, naik 3,89 persen. Indeks sempat melonjak hampir 5,7 persen hingga menembus angka 57.000 untuk pertama kalinya. Indeks acuan Tokyo juga telah naik menjelang pemilu, didorong ekspektasi terhadap apa yang disebut Perdana Menteri Takaichi sebagai “kebijakan fiskal proaktif yang bertanggung jawab.”

Surplus Transaksi Berjalan Jepang Cetak Rekor Tertinggi Dua Tahun Berturut-turut
Bisnis • 09 Feb

Surplus Transaksi Berjalan Jepang Cetak Rekor Tertinggi Dua Tahun Berturut-turut

Jepang mencatatkan surplus transaksi berjalan tertinggi sepanjang sejarah untuk tahun kedua berturut-turut pada 2025, sebagian berkat defisit perdagangan yang menyempit. Kementerian Keuangan menyatakan surplus mencapai hampir 31,9 triliun yen, atau sekitar 203 miliar dolar AS. Transaksi berjalan merupakan ukuran utama pendapatan negara dari perdagangan dan investasi di luar negeri. Penurunan biaya impor energi membantu mengurangi defisit perdagangan. Pada saat yang sama, surplus pendapatan primer meningkat karena anak perusahaan Jepang di luar negeri melaporkan dividen saham dan pembayaran bunga obligasi yang lebih tinggi.

Gaji Riil di Jepang Turun 4 Tahun Berturut-turut, Inflasi Terus Menggerus Kenaikan Upah
Bisnis • 09 Feb

Gaji Riil di Jepang Turun 4 Tahun Berturut-turut, Inflasi Terus Menggerus Kenaikan Upah

Gaji riil di Jepang turun selama empat tahun berturut-turut pada 2025 karena melonjaknya harga konsumen menghapus kenaikan upah nominal. Data awal yang dirilis pada hari Senin oleh Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan upah yang disesuaikan dengan inflasi turun 1,3 persen dibandingkan tahun 2024. Pekerja menerima rata-rata hampir 356.000 yen per bulan, atau lebih dari 2.200 dolar AS, termasuk lembur dan bonus. Angka ini naik 2,3 persen dalam yen, menandai kenaikan lima tahun berturut-turut tanpa memperhitungkan inflasi.

Jepang Siap Gelontorkan $550 Miliar di AS, 3 Proyek Raksasa Jadi Prioritas
Bisnis • 07 Feb

Jepang Siap Gelontorkan $550 Miliar di AS, 3 Proyek Raksasa Jadi Prioritas

Hubungan ekonomi Jepang dan Amerika Serikat semakin erat. Kedua negara negara kini tengah mematangkan rencana tiga proyek besar yang akan menjadi pembuka dari komitmen investasi Tokyo senilai 550 miliar dolar AS. Kesepakatan ini lahir dari negosiasi dagang tahun lalu, di mana Jepang menyanggupi investasi jumbo tersebut demi mendapatkan keringanan tarif bea masuk dari AS. Fokus utamanya adalah sektor-sektor yang vital bagi keamanan ekonomi. Tiga Kandidat Proyek Utama Berdasarkan laporan yang beredar, ada tiga proyek yang masuk dalam daftar prioritas tahap awal:

Biaya Makan Melonjak, Rasio Pengeluaran Pangan Jepang Sentuh Rekor 44 Tahun
Bisnis • 06 Feb

Biaya Makan Melonjak, Rasio Pengeluaran Pangan Jepang Sentuh Rekor 44 Tahun

Rasio pengeluaran rumah tangga untuk makanan di Jepang telah mencapai titik tertinggi dalam empat dekade terakhir di tengah lonjakan harga yang terus berlanjut. Laporan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi yang dirilis hari Jumat menyebutkan bahwa makanan menyumbang 28,6 persen dari total pengeluaran rumah tangga pada tahun 2025. Ukuran ini dikenal sebagai koefisien Engel, yang mengukur standar hidup suatu negara. Peningkatan koefisien ini mengindikasikan penurunan kemampuan untuk membelanjakan uang untuk hal-hal selain makanan.